Depot Air Minum

Akhir-Akhir ini Depot Air Minum berkembang pesat di Tanah Air.Hal ini dikarenakan mudahnya kepengurusan ijin depot air minum , modal awal untuk memiliki depot tidak terlalu besar , Dan juga usaha ini merupakan jenis usaha yang begitu menjanjikan.

Maraknya depot air minum yang saat ini hadir di Tanah Air . Maka , peran penting dari pemerintah setempat juga harus ditingkatkan untuk lebih mengawasi depot-depot yang berada di pelosok daerah.Hal ini mengingat banyaknya depot air minum bodongan (tanpa surat laik hygiene dan tidak memiliki standart pengolahan) dan berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat di seputaran wilayah depot tersebut.

Tidak sedikit Depot air minum yang mempunyai kualitas produk yang sama bahkan lebih baik dibanding dengan air minum pabrikan.Beberapa saat saya melakukan survey kecil pada beberapa depot air minum , ternyata depot-depot tersebut walaupun tampilannya mungil , tapi memiliki standart operasional prosedure (SOP) yang sangat baik.Mulai dari cara penanganan pembersihan galon sampai dengan pengisian air ke galon kunsumen.Semuanya dilakukan sesuai prosedur dan hati-hati.

Maka saya menyimpulkan bahwa tidak semua depot air minum itu jelek , bahkan banyak juga depot air minum yang memiliki standart atau bahkan hasil uji pada produk depot lebih baik dibandingkan dengan hasil uji Pabrikan.Image negatif yang melekat pada nama Depot sebenarnya dikarenakan ulah pemilik depot yang tidak memperhatikan kualitas.mereka hanya mencari keuntungan semata tanpa memikirkan kesehatan orang banyak.

Dan bagi saya , Air minum yang baik adalah air minum yang kita yakini itu baik bagi tubuh kita.


 

Tulisan di bawah ini saya ambil dari Wikipedia , semoga bermanfaat.


Air minum adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia. Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan tidak mengandung logam berat. Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002)

Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya.

Bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, namun banyak zat berbahaya, terutama logam, yang tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. Saat ini terdapat krisis air minum di berbagai negara berkembang di dunia akibat jumlah penduduk yang terlalu banyak dan pencemaran air.

Minum air putih memang menyehatkan, tetapi kalau berlebihan dapat menyebabkan hiponatremia yaitu ketika natrium dalam darah menjadi terlalu encer. [1]

Pembagian kategori air menurut total zat padat yang terkandung di dalamnya (TDS) adalah:

  • > 140 ppm    : air minum biasa, (lebih dari 500 ppm berbahaya bagi kesehatan)
  • 40 – 140 ppm: air minum yang sangat segar dan menyehatkan (organik)
  • 1 – 40 ppm    : air demineralized
  • 0 ppm          : air murni

Pada umumnya manusia mengonsumsi air putih yang bersih, jernih, dan steril sebagai minuman utama untuk dikonsumsi dan juga baik untuk kesehatan. Langkah mensterilkan air pada umumnya terbagi tiga yakni:

  • ozonisasi yakni proses pengolahan air dengan menggunakan ozon yang lazim dilakukan oleh perusahaan-perusahaan air minum dalam kemasan berskala besar
  • Dengan menggunakan sinar ultra violet sebagaimana digunakan oleh usaha depot air minum isi ulang
  • Merebusnya, lazim digunakan di rumah tangga-rumah tangga di Indonesia.